A. Tujuan Umum :
Warga belajar dapat mengembangkan
potensi-potensi dalam dirinya, baik secara eksternal maupun internal, serta
rasa percaya diri dalam berintegrasi dengan lingkungannya.
B. Tujuan Khusus :
Warga belajar dapat menciptakan
energi positif dalam setiap aktivitas sehingga dapat menciptakan gairah dalam
kehidupan.
C. Pokok Bahasan : Mengatur
Ritme Gairah Hidup
D. Sub Pokok Bahasan :
1. Membiasakan Diri Hidup Sehat
2. Ciptakan Ide-ide Cemerlang
3. Berpikir Positif
4. Berkata Hanya dengan Niat Baik
5. Mengelola Hobi Menjadi Lebih
Bermakna dan Bermanfaat
6. Membahagiakan Orang Lain
7. Memperbaiki Penampilan Lahiriah
8. Mengasah Kecerdasan Emosi
E. Sumber Pembelajaran :
1. Pengambangan Kepribadian, Euis
Winarti, Penerbit Graha Ilmu.
2. Meniti Sukses Menata Masa Depan,
M. Syahrial Yusuf,dkk. Penerbit Graha Ilmu.
3. Pengembangan Diri, Lembaga
Pengembangan Kepribadian John Robert Powers.
4. Professional Image, A. B.
Susanto.
5. Mengatur Waktu Secara Efektif,
Lothar J. Seiwert, PT Elex Media Komputindo.
F. Metode Pembelajaran :
1. Presentasi
2. Diskusi
3. Simulasi
G. Materi Pembelajaran :
1. Membiasakan Diri Hidup Sehat
Untuk hidup sehat hendaknya, manusia
menyelaraskan dengan alam. Energi manusia, selain didapat dari energi alam,
juga didapat dari makanan dan minuman. Kelompok makanan 4 sehat 5 sempurna
dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memcukupi kebutuhan makanan, hal ini
untuk kebutuhan jasmani. Kebutuhan akan makanan bukan hanya jasmani , tetapi
rohani. Makanan rohani adalah pikiran dan perbuatan yang membuat hati bersih
dan hati yang tenang. Selain itu pola hubungan diri kita dengan orang lain dan
lingkungan sekitar juga memberikan pengaruh atas terpenuhinya kebutuhan rohani
atau tidak.
2. Ciptakan Ide–ide Cemerlang
Berpikir kreatif tumbuh subur
apabila ditunjang oleh faktor personal dan situasional, yaitu kecerdasan
kognitif untuk selalu melahirkan gagasan-gagasan baru dan gagasan –gagasan yang
berlainan. Selain itu memiliki sikap terbuka, sikap yang bebas, otonom dan
percaya pada diri sendiri. Salah satu cara untuk merangsang ide-ide cemerlang ,
antara lain melalui brainstorming.
3. Berpikir Positif
Adalah cara berpikir yang memandang
segala sesuatu dari sudut pandang kebaikan dan nilai manfaatnya. Berpikir
positif sering juga diartikan sebagai berparasangka baik. Dengan berpikir
positif, tidak berarti hilangnya sikap untuk waspada. Namun bagi orang berpikir
positif, sikap waspada tidak didasarkan pada adanya kebencian, rasa permusuhan,
dan rasa curiga yang berlebihan kepada orang lain. Orang-orang yang berpikir
positif selalu bersikapr optimis dalam menghadapi berbagai macam situasi dan
kondisi.
4. Berkata Hanya dengan Niat Baik
Niat baik akan mendorong terciptanya
suasana yang menyenangkan, karena komunikasi dijalin dengan ketulusan dan
adanya keinginan untuk berada dalam suatu perubahan yang baik. Selain itu,
seseorang yang berbicara dengan niat baik akan terhindar dari perkataan yang
tidak bertanggung jawab, ketidakjujuran dan gosip.
5. Mengelola Hobi Menjadi Lebih
Bermakna & Bermanfaat
Orang yang dapat menyatukan hobi
dengan bisnis tentu akan mendapatkan keuntungan ganda. Pada satu sisi hobinya
tersalurkan, pada sisi lain dapat menjalankan bisnis dengan penuh kegembiraan
karena memang bergelut dalam dunia hobinya. Sebaiknya hobi tertantu memberikan
manfaat yang besar , juga mendukung pencapaian cita-cita yang telah ditetapkan.
Bahkan hobi dapat di jadikan sebagai pengembangan bisnis.
6. Membahagiakan Orang Lain
Adanya sikap untuk selalu
membahagiakan orang lain memberikan gairah hidup yang positif bagi diri sendiri
dan orang lain. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, semuanya memiliki
kebutuhan untuk merasakan ketenangan , nyaman, dan rasa nyaman, pada saat
berada di antara sesamanya.
7. Perbaiki Penampilan Lahiriah
Setiap kalau kita berinteraksi
dengan orang lain perhatian pertama yang dapat di lihat dari mereka adalah
penampilan lahirnya. Demikian cara kita memakai baju, celana, sepatu, potongan
rambut, make up, postur tubuh, air mata, cara tutur kata, cara memandang orang
lain merupakan cara kita memperkenalkan diri pada lingkungan luar. Suka atau
tidak suka , penampilan lahir merupakan cermin dari kepribadian kita karena
walaupun tidak bertanggung jawab atas keadaan fisik di wariskan secara
keturunan , kita secara sadar , telah mengubahnya selama perjalanan hidup kita
sehingga ciri-ciri tersebut selaras dengan kepribadian kita.
8. Mengasah Kecerdasan Emosi
Adalah mengendalikan segala perasaan
berdasarkan kejujuran dan ketulusan suara hati kepada diri sendiri. Setiap
manusia memiliki emosi. Emosi adalah petensi manusia yang menggerakkan jiwa
untuk mengeluarkan perasaan yang di alaminya. Mengasah kecerdasan emosi juga
memerlukan usaha untuk melatih agar suara hati tidak tertutup dan tidak
terbelenggu oleh prasangka-prasangka buruk oleh kepentingan sesaat. Dan oleh
ketidakjujuran pada ndiri sendiri.
9. Meditasi, Doa, dan Kepasrahan
Secara hakiki manusia memerlukan
keseimbangan lahir dan batin. Keseimbangan hidup dapat diperolah antara lain
dengan mengkondisikan fisik maupun batin dalam suasana yang tenang, damai,
penuh harapan, serta adanya kepasrahan pada Tuhan Yang Maha Esa.
Langkah meditasi yang umum digunakan antara lain :
a. Duduklah dengan tenang, enak dan
santai, dapat duduk bersila atau di kursi.
b. Pusatkan pikiran untuk meditasi.
c. Posisi tulang punggung harus tegak
lurus.
d. Tempelkan lida pada langit–langit
mulut.
e. Tutuplah mulut dan pejamkan mata.
f. Berdoa sesuai dengan keyakinan.
g. Ucapkan kalimat airmasi yang intinya
adalah doa untuk kebaikan manusia dan lingkungan kita.
h. Bernapaslah secara alami.
i. Pusatkan pikiran pada masuk
keluarnya napas sampai terasa halus serta pikiran kita tenang.
j. Berdoa kembali.
Created
By
Muhamad
Suryadi
(10102159)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar